img
Blog

MENGUJI KHASIAT HERBAL KARO RACIKAN ARIH ERSADA

Penat dan lelah setelah trekking ke kawasan taman nasional gunung leuser? Jangan kuatir. Kini saatnya menguji kebenaran cerita-cerita tentang orang karo yang 'sakti' meramu obat-obatan herbal tradisional.

Sekitar 30 ibu rumah tangga di dusun batu katak adalah pewaris ilmu etno-botani (farmasi) khas leluhur karo. Mereka menjalankan industri dusun melalui perkumpulan yang kemudian mereka beri nama arih ersada.

Komunitas ini melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis obat herbal yang berasaskan tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungan mereka, baik yang liar maupun yang dibudidayakan seperti rimpang-rimpangan.

Untuk mendukung proses produksi rumahannya, arih ersada menyediakan lahan tanaman obat bersama, maupun tanaman yang ditanam di perladangan pribadi masing-masing. Selain itu, mereka memiliki sarana produksi kolektif yang fungsinya lebih didominasi oleh proses pengeringan bahan baku.

Selain menciptakan produk komersil kemasan herbal berbasis pengetahuan karo, lembaga arih ersada juga menjadi media bagi proses pewarisan pengetahuan tradisional dari para ibu kepada anak-anak gadisnya. Dalam kebiasaan masyarakat karo, pembuatan herbal memang lebih identik dengan urusan dapur, yang secara tersirat bermakna sebagai zona kaum perempuan.

Pada umumnya, obat-obatan herbal yang mereka produksi memiliki khasiat untuk mengembalikan kesegaran kondisi tubuh, mengatasi masuk angin, pegal-pegal, dan menjaga stamina. Selain itu mereka juga menyediakan paket-paket jasa oukup (mandi uap tradisional karo) dan pijat relaksasi.

Salah satu produk herbal karo yang sudah populer kemana-mana adalah minyak karo. Minyak ini diambil dari air rebusan minyak kelapa bersama puluhan ramuan akar, batang, dan daun botani setempat. Selain menyediakan minyak ini, arih ersada juga membuat berbagai jenis 'sembur' berupa pasta yang diminum dengan air hangat. Ada yang basah, ada yang kering. Ada yang dibuat khusus untuk anak-anak, dan ada yang untuk dewasa.

Salah satu ramuan sembur yang tergolong cukup langka saat ini adalah 'jeruk pohon'. Tanaman ini, bila dilihat dari bentuk buahnya, sangatlah endemik dan jarang ditemukan. Jumlah pohonnya di dusun batu katak sendiri termasuk jarang. Warga menanamnya sebagai koleksi selingan, dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan ramuan pengobatan herbal.

Selain aneka sembur dan minyak karo, produk herbal lainnya yang ditawarkan oleh komunitas arih ersada adalah tawar mentar dan peratani. Manfaatnya kurang lebih masih seputar untuk membantu vitalitas tubuh agar terasa bugar kembali setelah letih bekerja di ladang.

Mengunjungi kawasan ekowisata batu katak untuk melakukan berbagai kegiatan yang meletihkan secara fisik, kini bukan masalah lagi. Para pengunjung dapat melakukan relaksasi di arih ersada, sekaligus berbelanja oleh-oleh khas dari hasil kejeniusan leluhur orang karo yang telah terbukti sepanjang pengalaman ribuan tahun.