img
AKTIVITAS

Fauna

´╗┐Satwa terbesar di sumatra ini menjadi atraksi terpopuler di kawasan ekowisata tangkahan. Tingkat kelangkaannya telah menarik perhatian dunia, sehingga sejumlah program perlindungan terhadap gajah sumatra ini dikerahkan untuk mempertahankan habitat dan keberlangsungannya.

Gajah sumatra (elephas maximus sumatrensis) merupakan sub-spesies gajah asia yang kini termasuk satwa langka yang terancam punah. Satwa ini berkelompok dan aktif pada malam hari (nocturnal). Habitatnya harus sangat luas, sebab dalam sehari semalam, satu kelompok gajah sumatra akan berpindah-pindah hingga sejauh 20 km. Unik sekali, bahwa untuk hutan tropis yang rapat, mobilitas dan daya jelajah mereka yang demikian jauh telah membantu membuka celah dan ruang bagi jatuhnya sinar matahari ke lantai hutan, sehingga proses fotosintesa bagi pepohonan menjadi lebih baik. Gajah liar juga bisa buang kotoran tiap satu jam sekali sebanyak 5% dari bobot tubuhnya yang mencapai 3-4 ton sebagai pupuk berkelanjutan secara alami.

Untuk destinasi pendidikan konservasi, sebuah conservation response unit (cru) telah didirikan di tangkahan untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan terhadap gajah sumatra di wilayah langkat. Unit ini melayani areal habitat gajah seluas 17.000 hektar. Pusat balai perlindungan gajah sumatra yang dikelola oleh cru sendiri telah menjadi destinasi wisata alam yang sangat digemari wisatawan karena lokasinya yang asri dan bebas polusi.